Potret positif dari persepak-bolaan Indonesia datangnya dari suporter Persija, The Jak Mania, dan Arema Indonesia, Aremania. Mereka tampak rukun duduk berdampingan menyaksikan kesebelasan kesayangan mereka dengan damai.
Di tengah konflik pemain yang terjadi di babak pertama yang berakhir diusirnya Abanda Herman dari lapangan pertandingan karena memprotes keputusan wasit, dan wasit memberikan hadiah penalti buat Arema Indonesia, justru kedua suporter menunjukkan sikap sportivitas yang tinggi.
Sejak awal kedua suporter terlihat sangat akur tidak terlihat adanya indikasi akan terjadinya bentrokan. Di tribun penonton pun tidak ada pagar yang membatasi antara The Jak Mania dan Aremania.
Meskipun mereka mendukung tim kesayangannya, mereka tetap berbaur satu sama lain. Mereka terkesan tidak perduli dengan hasil yang tidak memuaskan bagi The Jak Mania.
Yang lebih menarik lagi setelah pertandingan usai mereka langsung merangsek masuk ke tengah lapangan dan melucuti pakaian para pemain yang masih berada dilapangan.
Bukan hanya pemain yang biasanya bertukar kostum setelah bertanding tapi sesama suporter mereka saling bertukar atribut dan berfoto bersama.
"Kita memang ingin semua suporter seperti ini, sepakbola kita sudah buruk masa suporternya mau buruk juga", ujar salah satu Aremania memberikan opininya.
Memang selama ini suporter Indonesia menjadi salah satu momok bagi panitia penyelenggara pertandingan, karena tingkah pola mereka yang kerap membuat onar. Dengan adanya hal seperti ini bisa menjadi awal serta contoh teladan yang baik buat dunia persepak-bolaan tanah air pastinya.
AREMA akan menderita
Pelatih tim "all star" Jacksen F Tiago berjanji akan membuat tim juara Liga Super Indonesia (LSI) 2009/2010 Arema Indonesia "berkeringat", untuk mencapai yang terbaik dalam laga perang bintang di Stadion Kanjuruhan Kepanjen pada Minggu (6/6).
"Kami pastikan para pemain Arema Indonesia akan berkeringat ketika menghadapi tim `all star` pada pertandingan besok (Minggu, 6/6)," ucap Jacksen yang juga pelatih Persipura Jayapura itu kepada wartawan di Stadion Gajayana, Malang, Sabtu, menegaskan.
Meski tim "all star" hanya punya persiapan satu hari dan kondisi fisiknya masih belum menyesuaikan dengan kondisi cuaca di Malang, menurut dia, pasti para pemain Arema Indonesia akan kewalahan menghadapi tim asuhannya yang bermaterikan para pemain bintang, bahkan 90 persen adalah pemain tim nasional (timnas).
Namun demikian, katanya, tidak mudah untuk membuat juara LSI 2009/2010 itu berkeringat karena tim asuhannya itu belum tentu padu."Karena kami datang ke Malang ini bukan sebagai tim, tapi hanya kumpulan dari para bintang sepak bola di Indonesia, apalagi kami juga sebagai tamu," tuturnya.
Selain masalah "team work", lanjutnya, stamina pemain Arema Indonesia juga lebih bagus ketimbang pemain "all star"."Namun, kami yakin tim `all star` pasti mampu menghadapi Arema Indonesia, meski menyandang status juara," ujarnya.
Menanggapi janji pelatih "all star" tersebut, asisten pelatih Arema Indonesia Liestiadi mengatakan, sebuah tim tidak cukup hanya dihuni oleh para pemain bintang, melainkan kolektivitas dan kerja sama tim untuk memadukan taktik dan strategi ketika bertanding.
Ia meyakini, secara "team work" Arema Indonesia lebih unggul."Tidak gampang memadukan sebuah tim hanya dalam waktu satu sampai dua hari saja, walaupun tim yang dilatih bermaterikan para pemain bintang yang memiliki kemampuan individu cukup bagus," paparnya.
Menyinggung motivasi para pemain Arema Indonesia menjelang digelarnya laga perang bintang yang sudah tidak berpengaruh lagi bagi torehan prestasi selama kompetisi 2009/2010, Liestiadi mengatakan, justru sebaliknya, karena yang dihadapi nanti adalah tim kumpulan para bintang, apalagi 90 persen adalah pemain penghuni timnas.
Tim pelatih, tegasnya, juga selalu memberikan motivasi untuk mengalahkan para pemain bintang tersebut."Tunjukkan kemampuan dan permainan yang lebih baik, sebab kalian lebih pantas menghuni timnas ketimbang mereka, itu yang selalu kami `suntikkan` pada pemain," ujarnya.
Tim "all star" diberi jatah latihan pada pukul 17.00 WIB-18.00 WIB dan Arema Indonesia pada pukul 18.00 WIB-19.00 WIB. Keduanya latihan di Stadion Gajayana. (ant/lex)
Akses Bola.net melalui http://m.bola.net pada browser
"Kami pastikan para pemain Arema Indonesia akan berkeringat ketika menghadapi tim `all star` pada pertandingan besok (Minggu, 6/6)," ucap Jacksen yang juga pelatih Persipura Jayapura itu kepada wartawan di Stadion Gajayana, Malang, Sabtu, menegaskan.
Meski tim "all star" hanya punya persiapan satu hari dan kondisi fisiknya masih belum menyesuaikan dengan kondisi cuaca di Malang, menurut dia, pasti para pemain Arema Indonesia akan kewalahan menghadapi tim asuhannya yang bermaterikan para pemain bintang, bahkan 90 persen adalah pemain tim nasional (timnas).
Namun demikian, katanya, tidak mudah untuk membuat juara LSI 2009/2010 itu berkeringat karena tim asuhannya itu belum tentu padu."Karena kami datang ke Malang ini bukan sebagai tim, tapi hanya kumpulan dari para bintang sepak bola di Indonesia, apalagi kami juga sebagai tamu," tuturnya.
Selain masalah "team work", lanjutnya, stamina pemain Arema Indonesia juga lebih bagus ketimbang pemain "all star"."Namun, kami yakin tim `all star` pasti mampu menghadapi Arema Indonesia, meski menyandang status juara," ujarnya.
Menanggapi janji pelatih "all star" tersebut, asisten pelatih Arema Indonesia Liestiadi mengatakan, sebuah tim tidak cukup hanya dihuni oleh para pemain bintang, melainkan kolektivitas dan kerja sama tim untuk memadukan taktik dan strategi ketika bertanding.
Ia meyakini, secara "team work" Arema Indonesia lebih unggul."Tidak gampang memadukan sebuah tim hanya dalam waktu satu sampai dua hari saja, walaupun tim yang dilatih bermaterikan para pemain bintang yang memiliki kemampuan individu cukup bagus," paparnya.
Menyinggung motivasi para pemain Arema Indonesia menjelang digelarnya laga perang bintang yang sudah tidak berpengaruh lagi bagi torehan prestasi selama kompetisi 2009/2010, Liestiadi mengatakan, justru sebaliknya, karena yang dihadapi nanti adalah tim kumpulan para bintang, apalagi 90 persen adalah pemain penghuni timnas.
Tim pelatih, tegasnya, juga selalu memberikan motivasi untuk mengalahkan para pemain bintang tersebut."Tunjukkan kemampuan dan permainan yang lebih baik, sebab kalian lebih pantas menghuni timnas ketimbang mereka, itu yang selalu kami `suntikkan` pada pemain," ujarnya.
Tim "all star" diberi jatah latihan pada pukul 17.00 WIB-18.00 WIB dan Arema Indonesia pada pukul 18.00 WIB-19.00 WIB. Keduanya latihan di Stadion Gajayana. (ant/lex)
Akses Bola.net melalui http://m.bola.net pada browser
AREMA tak diperkuat tiga pemain kuncinya
Arema Indonesia terancam tidak akan diperkuat tiga pemain asing yang menjadi andalan mereka selama ini, ketika menghadapi para pemain terbaik di tanah air di ajang perang bintang yang digelar di Stadion Kanjuruhan Kepanjen Malang, Minggu (6/6) malam.
Bahkan, satu dari tiga pemain asing itu sudah dipastikan tidak akan memperkuat Singo Edan, yakni Esteban Guillen. Selain masa kontraknya dengan Arema sudah berakhir 31 Mei lalu, Esteban juga sudah pulang ke negara asalnya, Uruguay.
"Selain Esteban, duo Singapura yakni Noh Alam Shah dan Muhammad Ridhuan juga terancam absen karena kondisinya sampai sekarang masih belum membaik akibat kelelahan usai mengikuti konvoi Aremania Rabu (2/6) lalu," kata asisten pelatih Arema Indonesia Liestiadi, Sabtu.
Ia mengakui, tim pelatih sedikit lega karena empat pemain Arema Indonesia yang mengikuti seleksi tim nasional (timnas) di Makassar bisa bergabung untuk memperkuat tim pada saat laga perang bintang.
Keempat pemain tersebut adalah Zulkifly Syukur, Irfan Raditya, Kurnia Meiga dan Purwaka Yudi. Sedangkan tiga pemain lainnya yang juga dipanggil timnas, yakni Achmad Bustomi M. Fachruddin dan Benny Wahyudi baru mengikuti seleksi setelah laga perang bintang.
"Kami berharap Noh dan Ridhuan serta pemain yang baru mengikuti seleksi timnas di Makassar bisa tampil dan memperkuat tim pada saat perang bintang besok. Kami ingin menuai hasil bagus dan menyempurnakan gelar juara dengan kemenangan, meski yang kami hadapi adalah tim yang bermaterikan para bintang," tegasnya.
Sebelumnya pelatih Arema Indonesia Robert Rene Alberts menegaskan, meski pertandingan yang digelar untuk menutup seluruh rangkaian kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) 2009/2010 itu hanya bersifat eksebisi, Arema harus tampil maksimal dan memenangkan pertandingan perang bintang tersebut.
Sementara itu tim bintang yang diarsiteki Jacksen F Tiago itu dijadwalkan tiba di Malang Sabtu (5/6) siang dan sore harinya jumpa fans dengan suporter Indonesia di Stadion Gajayana.
Pemain bintang yang terpilih berdasarkan pilihan masyarakat melalui SMS itu di antaranya adalah Markus Haris Maulana, Ferry Rotinsulu, Firman Utina, Bambang Pamungkas, Charis Yulianto, Nova Ariyanto, Christian Gonzales, Zah Rahan, Aldo Baretto, dan Atep. (ant/cax)
Akses Bola.net melalui http://m.bola.net pada browser p
Bahkan, satu dari tiga pemain asing itu sudah dipastikan tidak akan memperkuat Singo Edan, yakni Esteban Guillen. Selain masa kontraknya dengan Arema sudah berakhir 31 Mei lalu, Esteban juga sudah pulang ke negara asalnya, Uruguay.
"Selain Esteban, duo Singapura yakni Noh Alam Shah dan Muhammad Ridhuan juga terancam absen karena kondisinya sampai sekarang masih belum membaik akibat kelelahan usai mengikuti konvoi Aremania Rabu (2/6) lalu," kata asisten pelatih Arema Indonesia Liestiadi, Sabtu.
Ia mengakui, tim pelatih sedikit lega karena empat pemain Arema Indonesia yang mengikuti seleksi tim nasional (timnas) di Makassar bisa bergabung untuk memperkuat tim pada saat laga perang bintang.
Keempat pemain tersebut adalah Zulkifly Syukur, Irfan Raditya, Kurnia Meiga dan Purwaka Yudi. Sedangkan tiga pemain lainnya yang juga dipanggil timnas, yakni Achmad Bustomi M. Fachruddin dan Benny Wahyudi baru mengikuti seleksi setelah laga perang bintang.
"Kami berharap Noh dan Ridhuan serta pemain yang baru mengikuti seleksi timnas di Makassar bisa tampil dan memperkuat tim pada saat perang bintang besok. Kami ingin menuai hasil bagus dan menyempurnakan gelar juara dengan kemenangan, meski yang kami hadapi adalah tim yang bermaterikan para bintang," tegasnya.
Sebelumnya pelatih Arema Indonesia Robert Rene Alberts menegaskan, meski pertandingan yang digelar untuk menutup seluruh rangkaian kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) 2009/2010 itu hanya bersifat eksebisi, Arema harus tampil maksimal dan memenangkan pertandingan perang bintang tersebut.
Sementara itu tim bintang yang diarsiteki Jacksen F Tiago itu dijadwalkan tiba di Malang Sabtu (5/6) siang dan sore harinya jumpa fans dengan suporter Indonesia di Stadion Gajayana.
Pemain bintang yang terpilih berdasarkan pilihan masyarakat melalui SMS itu di antaranya adalah Markus Haris Maulana, Ferry Rotinsulu, Firman Utina, Bambang Pamungkas, Charis Yulianto, Nova Ariyanto, Christian Gonzales, Zah Rahan, Aldo Baretto, dan Atep. (ant/cax)
Akses Bola.net melalui http://m.bola.net pada browser p
Penyerahan TROFI ISL mengundang SBY
PT Liga Indonesia masih menunggu kesediaan Presiden Republik Indonesia, Bambang Susilo Yudhoyono (SBY) untuk datang dan menyerahkan trofi asli untuk juara Liga Super Indonesia, Arema Indonesia.
Dijadwalkan, penyerahan itu akan dilakukan saat gelaran “Perang Bintang” yang mempertemukan Arema melawan tim All Star hasil pilihan masyarakat Indonesia, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (6/6).
“Kami sudah memberikan undangan buat beliau untuk datang di Perang Bintang. Kami rencanakan, beliau memberikan Piala Presiden kepada Arema, namun sampai sekarang belum ada jawabannya,” kata CEO PT LI, Joko Driyono.
“Kami tetap berharap, presiden bersedia hadir,” lanjutnya.
Disinggung siapa pengganti Pak SBY jika beliau tak hadir, PT LI sampai saat ini belum menyiapkan penggantinya.
Berikut Rekapitulasi LSI Musim 2009/2010:
Juara: Arema Indonesia
Runner-up: Persipura Jayapura
Degradasi: Baru Persitara Jakarta Utara
Play-off: Pelita vs Persiram Raja Ampat.
Top Skor: Francisco Aldo Barreto (Bontang FC): 19 Gol.
Dijadwalkan, penyerahan itu akan dilakukan saat gelaran “Perang Bintang” yang mempertemukan Arema melawan tim All Star hasil pilihan masyarakat Indonesia, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (6/6).
“Kami sudah memberikan undangan buat beliau untuk datang di Perang Bintang. Kami rencanakan, beliau memberikan Piala Presiden kepada Arema, namun sampai sekarang belum ada jawabannya,” kata CEO PT LI, Joko Driyono.
“Kami tetap berharap, presiden bersedia hadir,” lanjutnya.
Disinggung siapa pengganti Pak SBY jika beliau tak hadir, PT LI sampai saat ini belum menyiapkan penggantinya.
Berikut Rekapitulasi LSI Musim 2009/2010:
Juara: Arema Indonesia
Runner-up: Persipura Jayapura
Degradasi: Baru Persitara Jakarta Utara
Play-off: Pelita vs Persiram Raja Ampat.
Top Skor: Francisco Aldo Barreto (Bontang FC): 19 Gol.
ALIYUDIN BAWA PERSIJA KE DELAPAN BESAR
Persija Jakarta menutup laga penyisihan fase grup Piala Indonesia dengan kemenangan 1-0 atas Persisam Samarinda. Hasil ini memastikan ‘Macan Kemayoran’ masuk babak delapan besar.
Tambahan tiga poin dari kemenangan dalam laga di Stadion Manahan, Solo, Kamis (3/6/2010) sore WIB membuat Persija total mengumpulkan tujuh poin, hasil dua kemenangan dan sekali imbang. Dengan hasil tersebut anak didik Benny Dollo keluar sebagai juara Grup J.
Tim kedua yang mendapat jatah tiket ke babal perempatfinal adalah Sriwijaya FC. Pada pertandingan terakhirnya, Sriwijaya FC memetik kemenangan telak dengan skor 10-0 atas PSMP Mojokerto.
Di hadapan sekitar 1.000 suporter Jakmania yang hadir di Solo, Persija tampil percaya diri. Kedua tim menurunkan skuad lengkap karena partai ini menjadi laga penting merebutkan tiket menuju 8 besar.
Persija terlihat lebih mendominasi permainan sejak menit awal. Buruknya koordinasi antara lini belakang pemain Persisam dengan kiper membuat Bambang Pamungkas dan kawan-kawan semakin leluasa menekan gawang Mukti Ali Raja.
Hasilnya adalah gol yang dibuat Aliyudin saat pertandingan masuk menit 15. Sang striker menjebol gawang Persisam memanfaatkan umpan yang dilepaskan M.Ilham.
Persija berpeluang memperbesar keunggulan di jelang akhir laga saat mereka dapat hadiah penalti. Wasit menunjuk titik putih di kotak penalti ‘Elang Borneo’ menyusul aksi Mukti Ali Raja menendang M.Ilham.
Hadiah penalti diberikan kepada ‘Macan Kemayoran’ dan dieksekusi dengan sangat baik oleh sang kapten, Bambang Pamungkas. Malang bagi pemain bernomor punggung 20 ini, penalti tersebut terpaksa harus diulang. Di percobaan keduanya, tendangan Bambang ternyata bisa ditepis oleh kiper pengganti, Wawan
Hendrawan
Piala Indonesia akan rehat selama Piala Dunia berlangsung dan baru dilanjutkan dengan pengundian delapan besar.
Tambahan tiga poin dari kemenangan dalam laga di Stadion Manahan, Solo, Kamis (3/6/2010) sore WIB membuat Persija total mengumpulkan tujuh poin, hasil dua kemenangan dan sekali imbang. Dengan hasil tersebut anak didik Benny Dollo keluar sebagai juara Grup J.
Tim kedua yang mendapat jatah tiket ke babal perempatfinal adalah Sriwijaya FC. Pada pertandingan terakhirnya, Sriwijaya FC memetik kemenangan telak dengan skor 10-0 atas PSMP Mojokerto.
Di hadapan sekitar 1.000 suporter Jakmania yang hadir di Solo, Persija tampil percaya diri. Kedua tim menurunkan skuad lengkap karena partai ini menjadi laga penting merebutkan tiket menuju 8 besar.
Persija terlihat lebih mendominasi permainan sejak menit awal. Buruknya koordinasi antara lini belakang pemain Persisam dengan kiper membuat Bambang Pamungkas dan kawan-kawan semakin leluasa menekan gawang Mukti Ali Raja.
Hasilnya adalah gol yang dibuat Aliyudin saat pertandingan masuk menit 15. Sang striker menjebol gawang Persisam memanfaatkan umpan yang dilepaskan M.Ilham.
Persija berpeluang memperbesar keunggulan di jelang akhir laga saat mereka dapat hadiah penalti. Wasit menunjuk titik putih di kotak penalti ‘Elang Borneo’ menyusul aksi Mukti Ali Raja menendang M.Ilham.
Hadiah penalti diberikan kepada ‘Macan Kemayoran’ dan dieksekusi dengan sangat baik oleh sang kapten, Bambang Pamungkas. Malang bagi pemain bernomor punggung 20 ini, penalti tersebut terpaksa harus diulang. Di percobaan keduanya, tendangan Bambang ternyata bisa ditepis oleh kiper pengganti, Wawan
Hendrawan
Piala Indonesia akan rehat selama Piala Dunia berlangsung dan baru dilanjutkan dengan pengundian delapan besar.
PERSIJA VS PERSISAM
PERSIJA menang dengan skor 1-0,
di masukan oleh aliyudin...
.kita tunggu pertandingan selanjuttya...
.SALAM JAK MANIA Ampe mati....
di masukan oleh aliyudin...
.kita tunggu pertandingan selanjuttya...
.SALAM JAK MANIA Ampe mati....
PIALA INDONESIA
PERSIJA VS PERSISAM
03 06 2010 pkl.15:30 LIVE RCTI
di. STD,Manahan-Solo
.Hati-hati Buat para jakmania,Bagi yg mau berangkat ke solo
mungkin di cikampek Jawa barat,ada viking..
Orange kn Stadion Solo....
Salam JT
Langganan:
Postingan (Atom)

